4 Posisi Bayi Dalam Kandungan

posisi bayi kepala dibawah dan wajah kebelakang
posisi bayi kepala dibawah dan wajah kebelakang

Saat hamil anda akan merasakan beberapa gerakan yang dilakukan bayi, perlu diketahui bahwa bayi dalam kandungan akan bergerak seperti menendang, bergoyang, atau berputar posisi.

Gerakan bayi akan sangat terasa ketika usia kandungan masuk 5-8 bulan. Namun, ketika usia kehamilan masuk 9 bulan, bayi akan lebih besar dan sedikit memiliki ruang gerak, dan inilah waktu untuk segera melahirkan maka sangat penting posisi bayi dalam kandungan.

Anda harus rutin melakukan kontrol kehamilan ke dokter khusus kandungan, sehingga dapat diketahui posisi bayi yang benar menjelang melahirkan agar anda bisa melahirkan normal.

4 Posisi Bayi Dalam Kandungan

Pada kesempatan ini, kita akan membahas mengenai posisi bayi dalam kandungan. Manakan posisi terbaik terutama ketika menjelang pesalinan, dan apa yang harus dilakukan jika bayi tidak daam posisi terbaik.

Perlu diketahui bahwa, bayi akan diam dan tidak berubah posisi ketika usia kandungan masuk 36 minggu, pastikan posisi nya tepat dan siap untuk melewati proses persalinan.

1. Posisi Bayi Anterior

posisi bayi kepala dibawah dan wajah kebelakang

Posisi ini merupakan posisi terbaik untuk bayi ketika akan dilahirkan, yaitu kepala bayi berada dibawah dengan wajah menghadap kebelakang, dagu bayi terselit didada, dan kepala siap memasuki panggul ibu.

Sebagian besar bayi umumnya akan menetap dalam posisi kepala di bawah sekitar 33 hingga 36 minggu dan insyallah tidak akan berubah. Dengan begitu, bayi akan terlahir dengan normal dan lancar.

2. Posisi Janin Posterior

posisi bayi kepala dibawah dan wajah menghadap ke depan perut ibu
posisi bayi kepala dibawah dan wajah menghadap ke depan perut ibu

Posisi bayi dengan kepala dibawah, tapi wajahnya menghadap kedepan (perut ibu), beberapa bayi akan diam ketika sudah dekat dengan HPL. Dan akan bergerak memutar untuk menghadap ke arah yang tepat yaitu kebelakang seperti posisi anterior.

Namun, ada juga bayi yang tidak berputar ke arah yang benar sehingga bayi akan dilahirkan pada posisi seperti ini. Apabila bayi tidak berputar kearah yang benar maka proses persalinan akan membutuhkan waktu yang lebih lama, dan akan merasakan sakit punggung yang parah maka diperlukan Suntik epidural untuk mengurangi rasa sakit.

3. Posisi Janin Sungsang

posisi bayi sungsang dengan kepala diatas

Sungsang adalah posisi bayi dengan kepala di atas, sehingga memungkinkan dilahirkan dengan kaki atau bokong terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa ini merupakan salah satu posisi bayi yang tergolong tidak ideal untuk bisa melahirkan normal.

Posisi ini membuat bayi lebih sulit untuk dilahirkan, walau ada beberapa kasus yang bisa melahirkan normal dengan posisi seperti ini. Namun perlu diketahui bahwa, posisi yang dilahirkan posisi seperti ini akan beresiko bayi mengalami cidera karena tali pusat yang melilit.

Biasanya ketika dijumpai posisi janin seperti ini dokter akan berupaya untuk melakukan teknik ECV (external cephalic version) agar bayi berubah posisi. Apabila tindakan ini tidak berhasil, dapat dimungkinkan untuk mengambil tindakan untuk melahirkan sesar.

4. Posisi Melintang

Posisi bayi melintang dikenal sebagai transverse lie, posisi seperti ini sanagt jarang ditemukan, karena biasanya bayi akan bergerak dengan posisi ditas antara 1-3 sebelum HPL.

Jika bayi tidak berubah posisi maka tindakan sesar sangat diperlukan untuk menghindari resiko yang tidak diinginkan.

Apakah Ibu Hamil Dapat Mengubah Posisi ?

Bunda harus memastikan posisi bayi sejak kandungan masuk usia 8 bulan, karena memang posisi bayi dapat dirubah, jangan sampai tidak ketahuan ternyata posisi bayi tidak tepat dan usia sudah masuk 9 bulan.

Ada beberapa metode yang dapat Anda coba untuk memembuat bayi Anda ke posisi yang tepat. Silahkan ikuti beberapa metode yang berikut ini:

  • Saat Anda duduk, miringkan panggul Anda ke depan, bukan ke belakang.
  • Habiskan waktu dengan duduk di atas bola kelahiran atau bola olahraga.
  • Pastikan pinggul Anda selalu lebih tinggi dari lutut saat Anda duduk.
  • Jika pekerjaan Anda mengharuskan banyak duduk, istirahatlah secara teratur untuk bergerak.
  • Di mobil Anda, duduk di atas bantal untuk mengangkat dan memiringkan bagian bawah ke depan.
  • Berlututlah (seperti Anda menggosok lantai) selama beberapa menit setiap kalinya. Coba ini beberapa kali sehari untuk membantu memindahkan bayi Anda ke posisi anterior.

Kiat-kiat ini tidak selalu berhasil. Jika bayi Anda tetap dalam posisi posterior saat persalinan dimulai, itu mungkin karena bentuk panggul Anda dan bukan postur Anda. Dalam beberapa kasus, persalinan sesar akan diperlukan.

Sumber: HealthLine
Editor: Puput Mutiara