Bayi Tidur Miring, Apakah Aman Bagi Kesehatan?

Bayi Tidur Miring

Umumnya bayi menghabiskan hari-harinya dengan menangis, minum susu, dan yang terpenting adalah tidur. Sebagai orang tua perlu memahami posisi tidur pada bayi, seperti apa posisi tidur yang aman untuknya. Lantas, apakah tidur miring pada bayi baru lahir itu boleh? dan apakah aman bagi kesehatannya?

Bayi yang masih berusia 4-7 bulan memiliki jam tidur yang lebih banyak yaitu sekitar 12 sampai 15 jam per hari. Terkadang saking lamanya waktu tidur membuat bayi kerap berubah posisi tidurnya seperti tidur terlentang, tengkurang, sampai tidur pada posisi miring.

Ada penelitian yang mengungkapkan bahwa posisi tidur yang salah dapat berpotensi kematian pada bayi saat diranjang, banyak para orangtua yang tidak memahami mengenai posisi tidur yang aman dan seharusnya dilakukan untuk bayinya. Sebagian membiarkan bayinya tidur dalam posisi miring.

Posisi tidur miring pada bayi lebih baik dihindari, terutama bagi bayi yang usianya masih dibawah 4 bulan. Tidur miring akan berakhir pada tidur tengkurap, hal ini membuat perut bayi berada dibawah tubuhnya dan ini yang dapat menyebabkan bayi mati mendadak (SIDS), maka dari itu dianjurkan untuk bayi tidur terlentang, bukan miring / terlentang.

Tidur miring boleh saja dilakukan untuk membuat bayi lebih nyaman namun perlu dalam kontrol orangtua, tidak boleh terlalu lama. Karena dikhawatirkan juga dalam membuat bayi sulit bernafas, apalagi jika posisi miring berubah menjadi tengkurap dan hidung bayi tertutup sprei yang membuatnya sulit menghidup oksigen yang cukup.

Baca Juga : Posisi Tidur Bayi Usia 0-3 Bulan


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*