Bayi Umur 1 Bulan Mengalami Batuk dan Pilek Bikin Khawatir

Bayi Usia 1 Bulan mengalami Batuk Pilek
Bayi Usia 1 Bulan mengalami Batuk Pilek

Saya punya bayi usia 1 bulan mengalami sakit batuk dan pilek (flu) karena tertular kakak nya yang juga sedang sakit. Karena dahak yang tidak bisa dikeluarkan menyebabkan bayi saya sulit bernafas.

Bayi saya berjenis kelamin laki-laki dan merupakan anak yang kedua, kakaknya dulu waktu bayi tidak pernah sakit jadi belum punya pengalaman.

Disaat malam hari, bayi saya sulit bernafas karena dahak (riak) yang terlalu banyak didalam tenggorokan, bahkan sampai muka nya pucat dan biru saat tidak bisa bernafas.

Sebagai ibu tentu kasian melihat anaknya mengalami itu, saya sangat panik dan bingung harus berbuat apa. Sayapun membangunkan ayahnya yang sedang tidur.

Tanpa berpikir panjang, kami segera membawanya kebidan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum terjadi sesuatu yang dikhawatirkan.

Bidan memberikan sebuah obat syrup dengan merek Remco Cough, yang harus diminumkan dengan dosis hanya 1/3 sendok yang ada didalam kemasan.

Obat ini memiliki fungsi untuk meringankan dan mencairkan dahak pada bayi saya yang tidak bisa keluar. Sebagai langan pertolongan pertama disaat malam hari, kira kira pukul 23.15 wib.

Bayiku mulai bisa bernafas dengan lega lagi, walaupun masih sering batuk disela-sela tidurnya. Syukurnya bisa melanjutkan tidur hingga pagi hari.

Namun, setelah saya baca dalam kemasan bahwa sirup itu tidak tertulis dosis untuk anak dibawah 2 tahun, tentu ini membuat saya ragu untuk melanjutkan obat tersebut.

Disore harinya, saya pergi ke dokter spesialis anak untuk diperiksa lagi. Dan diberikan obat antibiotik Renasistin dan puyer (racikan) yang didalamnya berkomposisi dan dosis yang telah disesuaikan dengan bayi 1 bulan sebagai berikut :

  • Mucos 6MG
  • Lasal 0,6 MG
  • Opicort 1MG
  • CTM 0,9 MG
  • VIT C 5 MG
  • Sirplus QS
  • MF Pulvis DTD No.XV
  • S 3 DD 1 PC

Renasistim Oral Drops harus diberikan 2 x sehari dengan dosis 0,45 cc dan harus dihabiskan. Begitu juga dengan obat puyer yang diresepkan harus habis diminum.

Walaupun sudah resep dokter spesialis anak, Tapi, tetap saja masih membuat saya merasa khawatir untuk memberikannya, karena obat-obat tersebut termasuk obat kimia.

Serba bingung pokoknya dah…

Akhirnya saya meyakinkan diri untuk memberikannya, dan berdoa kepada Allah SWT mudah mudahan tidak ada efek samping terhadap kesehatan organ-organ pada bayi saya kedepannya.

Disamping itu, saya juga rutin menjemurnya di sinar matahari pagi, memandikannya dengan air hangat tanpa membasahi rambut, serta memberikannya vitamin dengan merek Apialus Drops dengan dosis 0.3 cc (2 kali sehari).

Minyak Oles untuk Batuk Pilek pada Bayi
Minyak Oles untuk Batuk Pilek pada Bayi

Untuk membantu segera meredakan batuk dan pileknya saya juga membeli minyak oles (esensial oil) Cessa Baby. Dioleskan pada bagian dada, leher, dan punggung dengan memijat-minak tulang belakangnya agar bayi merasa nyaman.

Bayi saya mengalami batuk dan pilek ini selama 7 hari, dan Alhamdulillah semakin membaik, sudah bisa menangis dan senyum. Saya terus memberikannya ASI setelah 2 jam sekali, sebagai makanan, nutrisi serta anti oksidan alami dari ASI.

Tak lupa saya juga minum suplemen-suplemen seperti promavit dan minyak ikan (omega) agar ASI yang dihasilkan berkualitas dan membantu proses penyembuhan batuk dan pilek yang dialami oleh anak saya.


Be the first to comment

Leave a Reply