Suntik DPT pada Bayi di Usia 2 Bulan

DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus) merupakan salah satu bentuk vaksinasi yang wajib diberikan pada balita.  Difteri, pertusis, dan tetanus yaitu 3 penyakit yang berbeda yang masing-masing dari ketiga penyakit mempunyai resiko tinggi dan bahkan bisa mengakibatkan kematian. DPT juga salah satu dari 5 imunisasi wajib yang dicanangkan oleh pemerintah yang harus diberikan pada bayi kita.

Imunisasi ini bermanfaat untuk meningkatkan kekebalan pada bayi secara aktif terhadap penyakit difteri, pertusis dan tetanus maka dari itu disingkat menjadi imunisasi DPT.

Memang ngeri ya bun kalau mengetahui resiko apabila terkena ketiga penyakit tersebut. Maka dari itu diusia anak saya yang ke 2 bulan, saya bawa ke bidan atau ke posyandu. Tapi berhubung di tempat saya tinggal jadwal posyandu itu tidak tepat dengan umur anak saya dalam artian berjarak setengah bulan sendiri.

Jadi tidak masalah ya bun mau imunisasi dimana, yang penting bisa tepat dalam pemberian imunisasi.

Pemberian imunisasi DPT itu sebanyak 3 kali, yaitu diusia 2 bulan, 3 bulan dan 4 bulan. Yang mana sebelumnya yaitu diusia 1 bulan sudah saya berikan imunisasi BCG (Bacillus Calmette-Guerin) yang berfunsi melindungi bayi dari infeksi TBC (Tuberkulosis).

Cara pemberian vaksin DPT yaitu dengan menyuntikkannya pada bagian paha atas sebelah kiri.  

Berdasarkan informasi yang saya dapatkan setelah imunisasi DPT biasanya anak akan mengalami demam/panas dan juga mersa sakit pada bagian bekas suntikan karena bengkak.

Juga ketika melihat tetangga sebelah saya yang memiliki anak balita setelah disuntik DPT dia rewel bahkan semalaman terjaga tidak bisa tidur karna anaknya rewel.

Dari situ saya dan suami sudah siap apabila anak saya juga rewel. Tapi alhamdulillah anak saya hanya mengalami demam ringan selama satu hari dan juga tidak rewel. Bahkan banyak tidurnya.

Saran bidan setelah selesai suntik langsung diberi obat penurun panas dan juga pereda rasa sakit seperti parasetamol sirup dengan dosis 1/2 sendok teh, sehingga anak tidak begitu merasakan sakit akibat bekas suntik.


Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*